Cantik itu sehat, demikian Nadine Chandrawinata berpendapat. Karenanya Putri Indonesia 2005 ini pun tak pernah absen berolah tubuh dan melakukan perawatan untuk menjaga kulit putihnya yang sensitif . Karena hobi dan kecintaannya pada laut, jelita yang akrab dipanggil Nadine ini acap didera dengan masalah kecantikan. Sebut saja rambut ikalnya yang jadi kering karena hobi divingnya, dan juga kulit putihnya yang jadi kering dan muncul jerawat kecil-kecil karena alergi dengan air laut. “Tapi itu semua tidak membuat saya berpaling dari upaya menjaga kelestarian laut,” tutur artis sekaligus suporter kehormatan WWF bidang kelautan ini.
“Untuk mengusir sel-sel kulit mati yang membuat kulit jadi keliatan kusam, aku luluran satu sampai dua kali seminggu,” ucap kakak kandung artis kembar Mischa dan Marcel itu. Sedangkan untuk menjaga keindahan rambut ikalnya, teratur creambath dan mengoleskan pelembab sebelum menikmati keindahan bawah laut menjadi pilihan Nadine.
New Nadine
“Untuk perawatan lebih lanjut yang butuh penanganan ahlinya, aku bisa bernafas lega sekarang karena ada Miracle. Jadi aku bisa konsen melakukan beragam aktivitas utamanya penyelamatan lingkungan sementara Miracle yang akan menyelamatkanku dari segala masalah kulit,” jelasnya sembari tersenyum.
Salah satu perawatan yang jadi favorit Nadine di Miracle adalah Diamond Peel. ”Setelah melakukan treatment rasanya kulitku bisa bernafas dan terlihat fresh. Jadi new Nadine pokoknya,” ucap dara kelahiran Hannover 24 tahun silam ini.
Mengaku kali pertama tahu Miracle dari majalah, Nadine dibuat jatuh cinta dari pertemuan pertamanya dengan Miracle. “Pastinya pertama kali yang aku lihat Miracle begitu memperhatikan bagaimana membuat customer merasa aman dan nyaman. Mulai dari peralatan yang serba steril, staf dan dokternya pun sangat informatif. Semua penjelasan mengenai treatment yang akan kita lakukan disampaikan dengan baik,” tutur penyuka gado-gado ini. Ia juga menambahkan bahwa keramahan para staf di sini menjadi hal lain yang menjadi nilai plus Miracle. “Dengan ramah frontliner tersenyum saat aku ataupun tamu yang lain datang. Mungkin kesannya sepele tetapi ini adalah sesuatu yang melegakan dan membuatku merasa seperti berada di rumah sendiri,” imbuhnya.
Cantik itu Sehat
Bagi Nadine, selain perawatan teratur seperti yang biasa dilakoninya di Miracle, perawatan dari dalam adalah hal penting lain yang juga sangat diperhatikan. “Menurutku cantik itu sehat. Artinya kita harus menjaga kecantikan dari dalam dahulu sebelum memoles kecantikan dari luar. Karena itu aku selalu rajin olahraga, mengontrol makanan, minum air putih yang banyak dan selalu berpikir positif. Ini sangat membantu sekali dalam menjalani hidup,” lanjut artis yang sedang deg-degan menanti ujian skripsinya tanggal 12 September ini.
Bicara soal buku terbarunya yang berjudul Nadine Labour of Love, dengan bersemangat artis yang mengidolakan Hellen Keler ini menjelaskan,”Itu adalah bentuk kecintaanku akan dunia fesyen dan laut. Lewat buku ini aku juga ingin mempromosikan Indonesia dari fesyen dan lautnya”. Dibalut dengan busana karya 5 desainer kenamaan Indonesia, termasuk kebaya karya Anne Avantie, Nadine melakukan pemotretan di bawah laut Bunaken, Manado dan Tulamben, Bali.
Buku yang dibuat dalam Bahasa Inggris ini pun telah dipromosikan di 23 negara. “Konsepnya cukup unik memang, bergaya di dasar laut. Tapi dari sini aku berharap orang bisa melihat bahwa ada keindahan seperti itu di bawah sana dan membuat mereka tergerak untuk menjaga kelestariannya,” harapnya.
Membawa Perubahan
Menanggapi soal program peduli lingkungan yang diluncurkan Miracle lewat Heart to Earth, artis yang baru saja menuntaskan film terbarunya bersama Garin Nugroho, “Generasi Biru” ini menyambut sangat positif. “Sekecil dan sebesar apapun, kegiatan menjaga lingkungan pasti akan membawa perubahan,” ucapnya. Menurut Nadine, konsistensi adalah kunci keberhasilan upaya pelestarian lingkungan. Sekalipun hanya langkah kecil tetapi bila dilakukan dengan konsisten dan kesungguhan pasti akan membawa satu perubahan besar. “Sudah saatnya kita sebagai penikmat sekaligus perusak terbesar alam melakukan sesuatu sebelum terlambat,” pungkasnya.


