“Hmmm…yummy, inilah resep ala Farah Quinn,” demikian tutur pemilik nama lengkap Farah Farhanah Quinn menutup acara memasak di salah satu stasiun televisi swasta yang dipandunya. Kepiawaiannya mengolah masakan, ditambah pesona kecantikannya membuat chef yang akrab disapa Farah ini pun jadi ikon baru kuliner nusantara.
Bila selama ini acara memasak di TV acap didominasi dengan sosok ibuibu dengan tubuh yang menggambarkan kegemarannya bersantap ataupun juru masak pria, maka kehadiran Farah Quinn seperti oase di padang pasir. Memberi “penyegaran” dunia kuliner kita. Gaya berbusananya yang casual, memberi kesan fresh. Bicaranya yang gado-gado, Indonesia – Inggris juga jadi daya tarik tersendiri perempuan yang dijuluki sexy chef ini.
Tak ayal, baru beberapa bulan muncul di televisi, nama Farah Quinn jadi perbincangan. Selang beberapa waktu, wajahnya makin akrab menghiasi layar kaca lewat beberapa iklan produk yang dibintanginya.
Mengurai perjalanan kariernya, ternyata ketertarikan terhadap dunia kuliner perempuan yang sempat menimba ilmu Pastry Art di Pennsylvania Culinary, Amerika ini berawal dari kegemarannya melihat ibu dan neneknya memasak. Agar-agar rumput laut pun jadi hidangan pertama yang dikuasai. Farah kecil yang saat itu baru duduk di bangku kelas 1 SD bangga bukan kepalang dengan resep yang didapatnya dari ibunda.
Life is Too Short
Memasuki masa SMA ia lewatkan dengan sekolah di Amerika. Hasratnya terhadap dunia masak memasak pun semakin menggebu. Tapi keinginan ini harus dipendam dan menjalani studi Finance di Indiana University of Pennsylvania, seperti yang diinginkan kedua orang tuanya.
“Saat sudah selesai kuliah saya bilang ke orang tua, I wanna do something that make me feel happy. Karena menurut saya life is too short and yummy, you should be happy and enjoy what you do,” jelasnya. Dari sinilah akhirnya Farah masuk sekolah memasak dan mendalami pastry art.
Your Body is Your Temple
Paham seluk beluk makanan membuat ibu dari Armand Quinn ini sangat memperhatikan pentingnya memberikan asupan gizi yang tepat untuk keluarganya. “Your body is your temple. So make sure that you only put the right stuff in your body. Kita harus berpikir hidup untuk jangka panjang,” jelasnya.
Istri dari Carson Quinn ini menambahkan kalau ia sangat selektif terhadap makanan karena tak ingin melewatkan masa tua berteman penyakit. “Aku selalu bercita-cita saat umurku 80 atau 90 tahun aku masih tetap bisa bermain dengan cucu dan masih bisa mengingat dengan baik.”
Karenanya sedari kecil, putra tercintanya, Armand pun hanya dikenalkan dengan pola makan sehat. Alih-alih mengonsumsi karbohidrat polos seperti nasi dan roti, ia memilih mengonsumsi roti gandum, beras merah, atau umbiumbian. Sebagai pengganti gula pasir, Farah menggunakan pure maple syrup. Untuk selai pun ia memilih yang tanpa gula dan kalau si kecil ingin cokelat ia hanya memperbolehkan Armand mengonsumsi cokelat dengan kandungan 80% dark chocolate.
“Semenjak aku ganti pola makan, sekarang kalau harus menyentuh makanan yang tidak sehat rasanya susah. It’s really hard. Sama seperti kalau saya harus melewatkan hari tanpa olahraga. Rasanya juga enggak enak,” jelas perempuan yang mengaku menjadwalkan olahraga minimal 3 kali seminggu tersebut.
Sebagai chef yang sudah menjajal berbagai khasanah kuliner dunia, perempuan kelahiran Bandung 30 tahun silam ini tetap beranggapan masakan Indonesia yang paling unik. “Keunggulan sajian kita itu pada bumbunya yang super sexy. Seperti penggunaan cengkeh, kayu manis, yang oleh masyarakat Barat disebut exotic spice, benar-benar membuat masakan Indonesia kaya rasa,” ungkapnya penuh kekaguman. Hanya saja, Farah menilai dari segi penyajian masih perlu dibenahi. “Kalau penampilannya kita buat lebih cantik, we can be a big winner. Itu aja kurangnya. Kalau soal bumbu dan rasa, I think it’s beautiful.”
Seperti Klinik di Luar Negeri Tak hanya selektif soal makanan, Farah juga sangat pemilih soal tempat perawatan kecantikannya. “Melakukan perawatan bagi saya adalah momen untuk memanjakan diri, oleh karena itu tempatnya pun harus bisa membuat saya feel good and relax. Seperti di Miracle Aesthetic Clinic,” jelas pengagum Benazir Butto ini.
Baginya, profesionalitas dokter dan pelayanan di sini juga jadi poin lain yang membuat Farah mantap memilih Miracle. “Di sini semua peralatan serba steril, sudah seperti klinik di luar negeri.”
Untuk merawat kulitnya yang sering di make up, Farah memilih perawatan Intensive Oxygen Facial dan Diamond Peel. “Kalo sehari-hari aku selalu pakai lotion, agar kulit tangan dan kaki tetap lembut. Untuk wajah yang wajib ya moisturizer, eye cream, dan sunblock,” ucapnya.
Saat ditanya apakah ia juga gemar pakai lulur, sontak perempuan berambut lurus ini mengatakan tidak. “Karena aku tidak suka terlihat putih. I love being tanned. Aku merasa seksi dengan kulitku yang kecokelatan,” tuturnya sembari tersenyum.
Saat diminta pendapatnya soal Miracle, spontan ia menjawab, “Cukup dua kata, professional and luxurious. It’s definitely my favorite place.”
Buku Resep Terbaru
Keseriusannya menggeluti dunia kuliner membuatnya bercita-cita untuk memperkenalkan hidangan Indonesia ke luar negeri. “Mungkin suatu hari aku buka restoran di sini (Indonesia), atau mungkin aku bawa Indonesian food ke luar negeri,” harapnya.
Saat ini Farah juga sedang mempersiapkan buku resep terbaru yang sempat molor karena kesibukannya. “Sebenarnya aku sedang menyusun buku resep sehat untuk keluarga. Tapi karena jadwal yang sangat padat mungkin bukunya baru bisa terbit beberapa bulan kedepan. Tunggu saja ya,” pungkasnya.
Read also


