Happy Salma – Menikmati Hidup Lewat Seni0 comments

By admin
Posted on 09 Dec 2011 at 8:47am
Share


Mengawali kariernya lewat dunia model, yang kemudian melebarkan sayapnya menjadi bintang sinetron juga layar lebar. Sosok yang satu ini sudah lama malang melintang di dunia entertainment.

Wajah cantiknya sudah tidak asing lagi, bahkan dia juga ramah pada siapa saja, tidak heran bila banyak penggemar mengaguminya. Artis yang kariernya menanjak semenjak mengikuti pemilihan model majalah remaja ini, mengisahkan jika awal terjun ke dunia keartisan bukan sebagai model dan artis sinetron tapi nge-band. “Jaman SMA, saya suka nge-band, jadi vokalis. Nah, kebetulan kakak kenal dengan Alm. Franky Sahilatua, diajaklah bikin album rekaman. Album sudah jadi, namun waktu itu ada masalah di distribusinya,” kata Happy membuka perbincangan.

Konsisten Di Dunia Seni
Dikenal sebagai model, pemain fim, sinetron, dan presenter. Ternyata Happy Salma juga gemar menulis, bahkan sudah meluncurkan novel “Hanya Salju dan Pisau Batu.” Soal hobby menulisnya, ternyata sudah dipupuk sejak kecil. Happy mengaku suka sekali menulis, mulai menulis buku harian sampai menulis cerpen. Bahkan sejak duduk di bangku SMP, ia rajin mengirim cerpen ke majalah. Tentang menulis, ternyata ia bisa dilakukan kapan saja. Bahkan sambil menunggu giliran syuting, ia menyempatkan untuk menulis. Hingga akhirnya bertemu penerbit, lalu tulisannya dipublikasikan dalam bentuk kumpulan cerpen.

“Saya suka tulisan dengan gaya sastra Indonesia, dan saya bertahan dengan gaya itu. Sebetulnya kalau cinta sastra itu, kita juga belajar bagaimana berempati, belajar budaya, dan belajar karakter banyak orang. Itu juga yang memotivasi saya pertama kalinya untuk tampil di panggung atau teater. Jadi bisa dibilang saya suka teater berawal dari kecintaan saya terhadap sastra, termasuk buku-buku sastra Indonesia seperti karya-karya Pramoedya Ananta Toer,” urainya.

Kecintaan Happy Salma terhadap dunia seni, ternyata tidak bisa lepas dari figur sang ayah. Darah seni juga mengalir kepada kakak-kakaknya. Mereka ada yang terjun menjadi penari dan bermusik. “Orang tua dan keluarga banyak memotivasi dan mengapresiasi apa yang saya lakukan,” kata Happy yang baru saja terlibat dalam pementasan Opera Diponegoro.

Pada pertunjukan opera yang disutradarai oleh Sardono W. Kusumo ini, melibatkan puluhan penari profesional yang di-casting dari tiap daerah. Konsep opera mengadopsi wayang beber dimana layar di depan dan para pemain bermain di belakangnya. “Saya sendiri berperan sebagai sosok yang bermonolog tentang kemabukan (emosi dalam diri). Sosok ini dimunculkan ketika suasana ketakutan muncul saat penangkapan Diponegoro,” jelas Happy yang diajak bermain oleh Ratna Riantiarno.

Menikah pada 3 Oktober 2010, istri dari Tjokorda Bagus Dwi Santana, mengaku tidak ada yang berubah setelah menikah. Apalagi sang suami sangat memahami profesinya. “Saya suka seni, jadi tetap akan berkesenian. Jadi tidak akan ada yang berubah. Hanya soal waktu mungkin. Sekarang saya lebih memilih dan menata waktu kerja. Jadi hanya akan melakukan sesuatu, yang menurut saya menarik,” jawabnya diplomatis.

Belum Tertarik Politik
Ditengah maraknya artis yang terjun ke dunia politik, figur Happy Salma juga sempat ramai diperbincangkan sebagai ikon politik Sukabumi yang merupakan kota kelahirannya. Artis yang meraih penghargaan sebagai Pemeran Pembantu Wanita Terbaik Festival Film Indonesia di Film 7 Hati 7 Cinta 7 Wanita pada tahun 2010, langsung menjawab jika dirinya tidak tertarik terjun ke dunia politik. “Saya tidak begitu tertarik terlibat politik praktis. Tapi, saya percaya dengan pekerjaan masing-masing bisa juga membawa perubahan. Intinya berpolitik itu untuk membawa perubahan. Tapi, perubahan itu kan tidak harus lewat politik. Melalui karya seni juga bisa membawa perubahan,” ujarnya tegas.

Pilih Miracle

Memanjakan diri termasuk hal yang paling menyenangkan sekaligus relaksasi di tengah aktivitas yang padat. Happy Salma pun menyempatkan waktu untuk memanjakan diri di Miracle Aesthetic Clinic cabang Kemang Jakarta dan Kuta Bali. Menurut artis yang yang pernah bermain film Gie ini, suasana Miracle Aesthetic Clinic sangat nyaman. Pelayanannya memuaskan dan stafnya ramah, bahkan ia merasa diperlakukan seperti keluarga. “Saya suka diingatkan oleh staf Miracle untuk facial atau treatment lagi. Menurut saya itu bagus, kadang karena sibuk, kita lupa kapan saatnya melakukan perawatan,” katanya memuji.

Perawatan yang paling disukai adalah facial, terutama Miracle Intensive Oxygen Facial, karena menggunakan serum yang sesuai dengan problem kulit wajah serta kandungan oksigen murni yang disemprotkan ke wajah. “Dulu saya agak cuek, karena merasa kulit saya sehat. Pernah saat saya kecapekan karena jadwal kegiatan yang padat, saya jerawatan. Tapi setelah melakukan perawatan dan memperbaiki pola makan serta gaya hidup, kulit kembali sehat,” pungkas Happy yang selalu membawa lipgloss sebagai make up andalan, sambil melanjutkan sesi pemotretan siang itu.

Read also

Comments are closed.