Muda, cantik, dan berbakat, tiga karunia yang ia manfaatkan dengan baik untuk mencapai kesuksesan sebagai model. Sederet penghargaan yang diraih menjadi pengakuan atas prestasi dan profesionalitasnya.
Tatkala teman sebayanya masih sibuk bermain boneka, Karenina Maria Anderson (25) sudah melenggang di atas catwalk. “Dari kecil saya hobi bergaya di depan kamera. Kalau lagi ngambek, tinggal diajak foto, pasti langsung tersenyum,” kenang model yang akrab dipanggil Nina ini bernostalgia. Melihat bakat tersebut ibundanya mulai rajin mengikutkan Nina dalam berbagai lomba fesyen sejak ia masih usia 4 tahun.
Tubuhnya jangkung dengan karakter wajah kuat membuat Nina terlihat menonjol dibanding rekan-rekannya. Pertemuan secara tak sengaja dengan Adjie Notonegoro menjadi lompatan pertamanya sebagai seorang model profesional. “Hanya selang 2 hari dari pertemuan saya dengan Mas Adjie saat mengantarkan teman berkunjung ke salah satu media, saya langsung diajak ikut show. Padahal waktu itu saya baru berusia 13 tahun. Benar-benar seperti mimpi,” tuturnya dengan mata berbinar.
Impian Masa Kecil
Menjalani kesibukan sebagai model, fans Krisdayanti ini seolah menemukan dunia yang diimpikannya sejak kecil. “Cita-cita saya tidak muluk-muluk, dari kecil saya ingin keliling dunia dan memakai baju yang bagus-bagus ternyata semua tercapai saat saya menjadi model,” tuturnya sembari tersenyum.
Tutur kata yang mengalir santai menggambarkan pribadinya yang easy going, meski demikian ia sangat serius dalam menjalani profesinya. Berbagai penghargaan bergengsi mulai dari Model of The Year versi majalah Dewi, versi majalah Harper’s Bazaar, dan versi Indonesia Fashion Week menjadi bukti profesionalitasnya.
Model dianggap bukan profesi yang “berumur panjang.” Tak dapat dipungkiri, dunia tersebut sangat lekat dengan image muda dan cantik. Karenanya pecinta gado-gado ini pun bermimpi membuka bisnis butik bila ia meninggalkan catwalk suatu hari nanti. “Saya ingin punya butik lengkap dengan salon dan coffee shop, jadi nanti mereka yang datang bukan sekadar beli baju tapi juga bisa kumpul-kumpul bersama teman-temannya. Mudah-mudahan tercapai,” tuturnya penuh harap.
Cantik itu Sehat
Bicara soal cantik dan trend zero size di kalangan para model, Nina mengaku bukan salah satu pendukung karena ia melihat trend tubuh langsing tersebut terlalu ekstrim dan cenderung tidak manusiawi. “Memang baju akan terlihat bagus saat melekat di tubuh yang kurus tapi buat saya cantik adalah sehat,” jelasnya. Untuk menjaga agar tubuh tetap proporsional, pemeran Nayla dalam film I love You, Om ini selalu menyempatkan diri untuk melakukan yoga.
Sedang untuk perawatan kulitnya, perempuan kelahiran 28 Februari tersebut mengaku sangat berhati-hati. “Kulit saya sangat sensitif, sulit menemukan produk yang cocok karena pasti akan timbul reaksi alergi,” tuturnya. Beruntung penggemar rancangan Roberto Cavali itu mencoba perawatan di Miracle. “Favorit saya Diamond Peel. Sekali perawatan langsung terasa dan terlihat hasilnya. Pengerjaannya juga cepat, cocok untuk saya yang selalu dikejar-kejar waktu,” katanya lega. Ketika mencoba produk Miracle, kulitnya memberi reaksi positif, “Terasa dingin dan nyaman di kulit. Rasanya saya sudah menemukan sahabat untuk perawatan kulit saya,” ucapnya sembari menyentuh kulitnya yang kini terasa lebih kenyal.
Mensyukuri keberhasilan yang kini dinikmatinya, Nina merasa semua tak lepas dari apa yang dilakukan Kartini dulu. “Bagi saya Kartini adalah pionir yang punya intuisi dan kepedulian tinggi. Sosoknya yang berpikiran jauh ke depan dan begitu berani rasanya patut kita contoh,” sambungnya.
Pecinta warna-warna cerah ini merasa perempuan Indonesia sebaiknya tak melupakan adat ketimuran. “Tetap modern dan mengikuti zaman. Kalaupun kita memilih berkarir, jangan sampai lupa keluarga,” tutur model cantik yang tengah menikmati masa liburannya usai menuntaskan shooting sinetron salah satu stasiun TV ini.
Read also

