Menikmati misteri di balik birunya Danau Toba, mengakrabi keramahan masyarakat Karo, dan mencicipi manisnya Bika Ambon di Medan, Sumatra Utara benar-benar menawarkan penelusuran tiada batas. Di kota Medan ini pula lah, cabang ke 12 Miracle Aesthetic Clinic dibuka pada 5 Juli 2010 lalu.
Melewatkan liburan di Medan, Anda akan dihadapkan oleh banyak tawaran destinasi wisata. Mulai dari city tour, petualangan mendaki pegunungan, menilik keindahan danau, menaklukkan ganasnya ombak, hingga berwisata kuliner memanjakan lidah dengan hidangan terbaik dari kota terbesar ketiga setelah Jakarta dan Surabaya ini.
Bila keliling kota jadi starting point, Anda bisa memulainya dari kawasan di Utara Kesawan, tepatnya di sekeliling Lapangan Merdeka. Tempat dimana Anda bisa menikmati bangunan-bangunan kuno bergaya Eropa sisa Kolonial Belanda seperti Gedung Balai Kota, Bank Indonesia, PT. London Sumatera, Hotel Dharma Deli, dan sebuah jembatan gantung (titi gantung) yang di bawahnya terdapat Stasiun Kereta Api Medan. Tak ketinggalan, bangunan antik dan bersejarah yaitu Kantor Pos Pusat Medan yang sampai sekarang masih tetap beroperasi.
Objek wisata lain di Kota Medan adalah Istana Maimun yang terletak di Jalan Brigjend Katamso. Istana dengan luas 2.772m2 dan memiliki 30 ruangan di dalamnya ini terlihat megah sekaligus unik karena desain interiornya yang memadukan antara unsur Melayu, dengan gaya Islam, Spanyol, India, dan Italia. Dome ala Moorish pada bangunan utama dipadu apik dengan pilar-pilar berwarna hijau dan anak tangga dari marmer yang menghubungkan antar ruangan di bangunan tiga tingkat tersebut.
Sihir Keindahan Samosir
Tanah Karo yang berjarak sekitar 78 km dari Medan bisa menjadi destinasi Anda selanjutnya. Salah satu tempat yang bisa dikunjungi di Tanah Karo adalah Brastagi. Kawasan yang terletak di ketinggian sekitar 4.594 kaki dari permukaan laut dan dikelilingi barisan gununggunung tersebut masih diselimuti udara sejuk dengan hamparan tanah pertaniannya yang hijau dan indah. Dari sini Anda bisa menikmati pemandangan indah Gunung Sibayak dan Gunung Sinabung yang keduanya masih aktif.
Perjalanan wajib berikutnya adalah menjelajahi Danau Toba dan singgah ke Pulau Samosir yang berada di tengahnya. Meski terbilang kecil, Samosir punya pesona wisata yang membuat Anda tak berhenti berdecak kagum. Misalkan saja wilayah Tuk-Tuk Siadong yang menyajikan lansekap keindahan alam menakjubkan.
Ada juga Tomok, lokasi pemakaman Raja Sidabutar yang berumur ratusan tahun dan lokasi perkampungan Suku Batak di Simanindo dengan museum yang berisi peninggalan barang-barang kuno dan bersejarah.
Bila ingin menikmati bird eye view Pulau Samosir, mampir saja ke Menara Pandang Tele yang berlokasi di daerah pegunungan di sisi lain Pulau Samosir. Dari sini Anda bisa melihat pulau yang terletak di tengah danau terbesar se-Asia Tenggara tersebut secara keseluruhan ditemani semilir angin dan kicau burung yang berlari-lari mengitari cakrawala.
Bertemu Si Nani
Puas keliling-keliling memanjakan mata, hati, dan telinga, kini giliran lidah dijamu Nani Arsik, Nani Lomang, dan juga Nati Nombur. Jangan salah, ketiganya bukan nama orang, melainkan nama kuliner masyarakat Batak yang punya rasa sangat khas.
Masakan Batak Toba ini bahan utamanya bisa dari ikan mas, ikan nila, ayam, atau daging. Yang membuat berbeda, beberapa bumbunya diambil dari tumbuhan yang tumbuh di tanah Batak. Misalkan saja, bawang Batak, arsik, andaliman, dan kincung. Untuk memperkaya citarasanya ditambahkan juga kemiri, lengkuas, kunyit, serta bawang merah.
Cara memasaknya pun tergolong unik. Semisal, Nani Arsik. Masakan berbahan dasar ikan ini dimasak tanpa dibersihkan sisiknya. Ikan dilumuri bumbu kemudian diungkep sampai matang di atas tungku kayu bakar hingga tulangnya empuk dan bisa dimakan. Nikmatnya pun merasuk hingga ke dalam tulang.
Lain halnya dengan Nani Lomang yang bahan dasarnya ayam atau daging giling. Setelah digiling agak kasar, daging dimasak dengan campuran bumbu bawang putih, bawang merah, dan santan kental. Proses selanjutnya, daging dibakar dalam bambu muda selama satu setengah menit. Aroma gurih daging berpadu dengan harumnya bawang putih pun langsung menyeruak, begitu Nani Lomang dikeluarkan dari bambu.
Untuk menyempurnakan acara bersantap, jangan lupa pesan Jus Martebe yang terbuat dari Buah Markisa dan Terong Belanda. Rasanya asam manis segar dengan aroma wangi buah Markisa yang khas. Benarbenar membuat lidah tak kuasa menolak kelezatannya.
Tempat favorit untuk berburu kuliner di Medan adalah Lapangan Merdeka yang berada tepat di jantung kota. Pusat makanan, hiburan dan arena pertunjukan yang lebih dikenal dengan sebutan Merdeka Walk ini tak hanya menawarkan makanan khas setempat, melainkan juga menumenu Western Food, serta Asian Food yang juga tak kalah menggoda.
Kawasan yang menjadi saksi euforia masyarakat Medan saat diumumkannya proklamasi kemerdekaan pada penghujung 1945 tersebut menghadirkan satu paket hang out komplit di kota Medan. Merdeka Walk buka setiap hari, Minggu-Jumat dari pukul 11.00-24.00 WIB dan Sabtu dari pukul 11.00-02.00 WIB.
Bukan Bika Biasa
Untuk oleh-oleh, pilihan wajibnya adalah Bika Ambon. Kalau ditilik dari namanya mungkin terdengar aneh, kenapa kue berwarna kuning ini tidak disebut Bika Medan. Menurut cerita masyarakat setempat, kisah Bika Ambon bermula ketika ada warga Ambon merantau ke Malaysia membawa kue tersebut.
Setelah Bika dikenal karena rasanya enak, warga Ambon ini kemudian hijrah ke Medan dan mulai memperkenalkan kelezatan Bika pada masyarakat setempat. Itulah mengapa sejak empat puluh tahun lalu Bika Ambon jadi terkenal di Medan.
Sebagai pelengkap, jangan lupa bawa pulang juga Sirup Markisa yang kesegarannya pas melengkapi manisnya Bika Ambon. Mengakrabi siang dan malam Kota Medan, bergumul dengan hiruk pikuk kotanya, merangkul keindahan alamnya, benar-benar akan menyisakan memori tak terlupakan yang akan menjadi satu hari terbaik dalam hidup Anda.
Read also






