Maylaffayza Wiguna : Bold and Beautiful0 comments

By admin
Posted on 15 Jan 2010 at 7:24am
Share

Sedari kecil, putri bontot pasangan Taufik Wiguna dan Tuti Rochyat yang akrab disapa Maylaf itu mengaku sudah sadar pentingnya menjaga tubuh. Senam dan fitness pun jadi jadwal rutinnya. “Waktu SMP-SMA cuma ikut senam. Waktu kuliah baru aku rajin pergi ke gym. Nggak tanggungtanggung sekali ke gym bisa sampai 4 jam lebih,” akunya sembari tersenyum.

Bukan cuma merasa lebih bugar, pecinta es krim ini merasa bahwa latihan olah tubuh yang dilakukannya banyak membantu penampilannya di atas panggung. “Saat di panggung semua mata tertuju pada kita, tidak boleh ada yang salah. Sekalipun pakai high heel, kita harus bisa tampil anggun dan menjaga koordinasi serta keseimbangan tubuh,” jelasnya.

Soal penampilan, Maylaf pun senantiasa menyediakan waktu khusus. Untuk tubuh, selain memakai body lotion agar kelembaban kulitnya terjaga, Maylaf juga rajin melakukan body scrubbing agar selsel kulit mati di tubuhnya terangkat.

Namun selama ini ada permasalahan yang selalu mengusiknya, yakni jerawat. “Selama bertahun-tahun aku punya masalah dengan jerawat, sudah pindah-pindah dokter tapi tetap saja tidak mempan. Pake produk macammacam juga nggak sembuh-sembuh,” ungkapnya geram. Karena itulah beberapa tahun terakhir ini ia belajar self healing dan mencoba diet golongan darah. Permasalahan jerawat itu juga coba diatasi violist yang bercita-cita tampil satu panggung dengan Justin Timberlake tersebut dengan melakukan detox lewat makanan organik.

Nilai plus Miracle
Sekalipun cara-cara tersebut banyak membantunya telepas dari jerawat, tetapi permasalahan kulit lain seperti bekas jerawat dan pigmentasi yang dialaminya butuh perawatan lebih. Oleh karena itu perempuan yang mengaku mencintai hidangan Italia ini tertarik melakukan perawatan di Miracle Aesthetic Clinic. “Untuk mengangkat sisa-sisa kulit mati saya coba Diamond Peel, sedangkan untuk mengatasi masalah pigmentasi saya coba perawatan laser,” ungkapnya.

Soal mengapa akhirnya mempercayakan perawatan tubuhnya pada Miracle, Mayla merasa mantap karena ia menilai Miracle sangat nyaman, higienis, dan profesionalitas dokternya pun tidak perlu diragukan lagi. “Aku kagum dengan dokter di sini. Mereka tidak sekadar jual produk seperti yang pernah aku temui di klinik kecantikan lain. Dokter di Miracle tak akan ragu-ragu menjelaskan segala permasalahan kulit yang kita alami dengan detail. Mulai dari mengapa bisa begitu, apa faktor penyebabnya hingga apa solusi yang tepat,” jelasnya.

Menurut Maylaf, mendapat informasi dan penjelasan yang detail saat seseorang pasien datang adalah hak yang harus diberikan. “Para dokter di sini benar-benar memainkan peran yang sangat besar, dan itu adalah nilai plus buat Miracle” lanjutnya.

Berbicara soal album terbarunya yang akhirnya rampung setelah memakan waktu 3 tahun untuk menyelesaikannya, Maylaf mengaku kendala yang dihadapinya untuk meluncurkan album ini cukup besar. “Tantangan terberatnya adalah musik yang aku mainkan tidak mainstream. Aku memilih memainkan instrumen biola dimana sebenarnya baik masyarakat maupun industri belum memberikan apresiasi sebesar ke penyanyi atau band pada umumnya.

Tapi tantangan inilah yang akhirnya membuat Maylaf jadi semakin bersemangat menyelesaikan albumnya. Nyatanya perjuangan yang dilakukan tidak sia-sia. “Dari apa yang aku lihat dan dengar, tanggapan masyarakat soal albumku cukup positif. Tapi memang butuh waktu ekstra untuk menyosialisasikan agar orang bisa menikmati musikku,” ujarnya. Sebagai kelanjutan dari peluncuran albumnya, tahun ini Maylaf berencana menyelesaikan video klip dan mempersiapkan show di beberapa kota.

“Liberate yourself!”
Ditengah kesibukannya, penggemar kucing ini masih punya waktu untuk menjadi Duta Baca. “Ini merupakan kehormatan dan aku merasa sangat bangga sekali mendapat kepercayaan itu,” katanya. Perihal terpilihnya dirinya sebagai Duta Baca, Maylaf menilai mungkin panitia melihat selama ini ia punya image bersih dan punya minat baca yang besar.

“Sebenarnya ini cita-citaku dari dulu. Aku tidak ingin sekadar jadi performer, tapi aku ingin bisa mendedikasikan waktuku untuk masyarakat luas. Inilah bentuk tanggung jawab sosialku sebagai figur publik,” ucapnya.

Melihat fakta bahwa tak semua perempuan Indonesia punya kesempatan menjadi sosok independen dan sukses seperti dirinya, Maylaf berpendapat bahwa perempuan sejatinya punya kesempatan yang sama dengan pria. Malahan dalam penilaiannya kaum hawa punya banyak kelebihan seperti sangat detail dan mampu melakukan beberapa tugas dalam waktu bersamaan (multitasking). “Perempuan bisa meraih kesuksesan mereka dengan memberdayakan dirinya. Yang pasti, Liberate yourself!,” tandasnya.

Read also

Comments are closed.