Berkutat dengan dunia plastic surgery telah dilakoni dokter yang kini menangani pasien face lifting, Siti Nurjazilah ini sejak tahun 1991. Tak sekadar menangani pasien bedah rekonstruksi, dokter yang akrab dipanggil David ini pun piawai menyempurnakan kecantikan kaum hawa yang datang ke Miracle Aesthetic Clinic lewat aesthetic surgery.
Banyak cara mengencangkan kulit
Banyak masalah kecantikan yang bisa diselesaikan dengan aesthetic surgery. Salah satunya yang kini banyak diminati adalah pengencangan kulit (skin tightening). “Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi kulit kendur, semuanya tergantung dari seberapa parah kondisi kulit serta seberapa cepat kita ingin melihat hasilnya,” jelas dr David. Cara yang paling sederhana adalah melakukan perawatan untuk merangsang produksi kolagen (collagen enhancement). Di Miracle yang termasuk dalam perawatan collagen enhancement diantaranya adalah Miracle NICE Treatment, MCE +, serta Intense Pulsed Light.
Pengencangan kulit bisa juga dilakukan dengan teknik injeksi seperti Botox atau filler seperti Derma Filler. Cara-cara non bedah seperti di atas butuh beberapa kali perawatan. Pasien umumnya harus menyelesaikan satu seri perawatan untuk hasil maksimum.
”Kalau ingin hasil yang lebih instan pasien bisa melakukan perawatan dengan pembedahan minimal, seperti Aptos dan Contour Thread,” jelas dokter berdarah Sunda lulusan program Doktor Universitas Airlangga ini. Perawatan tersebut dilakukan untuk mengembalikan kulit kendur secara parsial. Misalkan menarik pipi yang melorot, menarik dahi yang mulai berkerut, dan bagian-bagian wajah lainnya yang mulai mengendur.
”Bila area yang akan ditarik luas, ada teknik pengencangan klasik yang termasuk dalam asthetic surgery. Operasi kecantikan ini memang hasilnya akan bertahan lebih lama ketimbang perawatan lain. Yah, pada prinsipnya minimal action minimal result, big action big result,” lanjut dr David dalam penjelasannya.
Menurut ayah dari 4 orang putri ini, semua perawatan tersebut sudah bisa dilakukan di Indonesia. Sayangnya fenomena yang terjadi saat ini masih banyak orang Indonesia yang luar negeri minded dan lebih mempercayakan aesthetic surgery baik yang klasik maupun yang minimal invasive pada dokter-dokter di luar negeri.
”Bayangkan saja, total dana yang dikeluarkan masyarakat Indonesia untuk melakukan perawatan di luar negeri mencapai 30 triliun rupiah per tahunnya. Padahal perawatan yang mereka lakukan di sana sudah bisa dilakukan di Indonesia,” papar dr David. Dari segi kemampuan maupun peralatan, klinik-klinik kecantikan maupun rumah sakit di Indonesia tidak ketinggalan. Ditilik dari segi efisiensi, perawatan di dalam negeri jauh lebih efisien dan memudahkan.
Meminimalisir aging process
Terlepas dari perkembangan perawatan kecantikan yang kini sudah sangat maju dan canggih, dokter yang punya hobi moge (motor gede) di sela-sela waktu luangnya ini menyarankan beberapa cara sederhana untuk meminimalisir efek aging process.
”Terlahir sebagai orang Indonesia yang dikaruniai kulit berwarna, kita patut bersyukur karena ternyata dibalik kulit kecokelatan ini tersimpan kolagen yang sangat banyak. Pigmen kulit berwarna juga merupakan senjata ampuh untuk menangkal efek sinar ultraviolet yang merupakan salah satu faktor pemicu penuaan dini,” tuturnya. Dalam penjelasannya, dokter penggemar warna hijau tersebut mengatakan bahwa karunia ini akan sia-sia bila tidak dirawat.
”Jaga agar produksi kolagen terus optimal. Memasuki usia 40 adalah titik kritis dimana produksi kolagen mulai berkurang. Mulailah melakukan perawatan collagen enhancement, perbanyak konsumsi vitamin C dan gunakan produk perawatan yang mengandung vitamin C. Kurangi exposure sinar matahari serta biasakan pola hidup sehat.,” jelas dokter yang masih terlihat muda di usia ke 47 tersebut mengakhiri penjelasannya.
Read also

