Rich Romantic Rio de Janeiro0 comments

By admin
Posted on 09 Dec 2011 at 5:46am
Share

Her name was Lola, she was a showgirl With yellow feathers in her hair and a dress cut down to there She would merengue and do the cha-cha.

Itulah sepenggal syair dari lagu Copacabana, yang merupakan salah satu “must visit area” di Rio dengan pantainya yang menawan dan memiliki historical tersendiri, Copacabana Palace Hotel terkenal di Rio de Janeiro yang mulai diperkenalkan di tahun 1923. Copacabana sendiri diambil dari nama sebuah patung Bolivia dari abad 17 dengan nama Our Virgin Lady of Copacabana.

Rio de Janeiro, ibu kota Brasil yang terkenal dengan sentuhan romantika, glamour dan leisure. Dengan bandara Galeão-Antonio Carlos Jobim International Airport atau biasa disebut hanya dengan Galeão International Airport. Terletak 20km di sebelah utara Rio de Janeiro. Airport ini sangat unik dengan landscape setengah lingkaran yang dihubungkan dengan travelator antara terminal 1 dan terminal 2.

Konon, Rio de Janeiro sendiri memiliki arti “Sungai di bulan Januari”. Dahulu kota tersebut sering terjadi kekeringan namun pada suatu hari di bulan Januari, turun hujan lebat yang membasahi dan menyuburkan daerah itu, sehingga mereka mengganti nama daerah tersebut menjadi Rio de Janeiro.

The Appetite
Kuliner di kota Rio, tentunya merupakan satu dari agenda kunjungan siapapun yang berada di kota romantis ini.

Banyak sekali pilihan restoran yang menarik, namun jangan sampai Anda melewatkan 4 tempat makan yang sudah terkenal yaitu: Ipanema, Leblon, Copacabana, dan Leme.

Coba saja Feijoada (baca: fay-show-ah-dah) makanan tradisional Carioca yang mirip sup dengan bahan utama prok dan kacang hitam. Rasanya tidak pedas, namun sedikit kental, dan biasanya dihidangkan bersama dengan potongan buah jeruk, nasi putih, dan juga beberapa side dish lainnya seperti farofa dan couve mineira. Nikmatnya akan lebih terasa bila disantap bersama sejuknya mix cachaca (sejenis es jeruk segar).

Bagi yang ingin menikmati seafood dengan Bahia style, bisa mengunjungi Siri Mole & Cia, salah satu restoran kegemaran Mick Jagger.

Christ the Redeemer
Siapa yang tidak mengenal Patung Jesus setinggi 39.6 meter ini, yang merupakan salah satu dari keajaiban dunia. Patung seberat 635ton ini terletak 710 meter dari atas permukaan laut di puncak gunung Corcovado di Tijuca Forest National Park yang menghadap ke arah kota Rio de Janeiro. Dibangun pada tahun 1922 – 1931, dengan tangan terbuka menghadap kota sebagai simbol perdamaian dan menghabiskan dana sekitar US$ 250.000. Monumen ini pertama dibuka pada 12 Oktober 1931.

Untuk menuju ke area ini bisa menggunakan kereta Corcovado Rack yang berangkat tiap jam dari Rio dengan masa tempuh kira-kira 20 menit saja. Untuk menuju ke atas puncak patung, bisa dijangkau dengan mendaki 222 anak tangga. Perjalanan dapat pula ditempuh dengan menggunakan escalator atau elevator. Waktu terbaik untuk mengunjungi Christ The Redeemer adalah sore hari sambil menikmati sunset dan romantisnya cahaya redup matahari di atas bukit.

The Carnaval
Siapapun pastinya tidak akan melewatkan momen istimewa ini untuk menyaksikan Rio Carnival Parade atau Samba Parade. Parade spektakuler yang selalu menyita mata dunia untuk menikmati keindahan gemerlap kreativitas penari dan juga desainer kostum yang extravaganza. Rio Carnaval dirayakan selama 4 hari berturutturut, pada 40 hari menjelang Paskah.

Carnaval dimulai dengan penganugerahan mahkota kepada Fat King atau King Momo oleh Walikota Rio de Janeiro bersama dengan pemberian kunci raksasa berwarna keemasan untuk membuka acara spektakuler ini. Tokoh-tokoh ikon yang memeriahkan acara ini diantaranya adalah : Fat King tentu saja, Queen and Princesses of Carnaval, The Designer, Wing, Vanguard Group, The Flag Carrying Couple, Whirling Ladies, dan sekumpulan penari, penyanyi serta pemain musik yang sebelumnya telah melalui tahap perlombaan dan seleksi

Sejarah Carnaval ini berawal di sekitar tahun 1850, dimana pada aristokrat akan mengenakan pakaian seperti layaknya rakyat jelata, laki-laki akan berpakaian menggunakan pakaian wanita, dan rakyat yang kurang mampu akan berdandan secantik mungkin seperti layaknya seorang pangeran dan putri kerajaan. Ide utamanya adalah merupakan perbedaan status sosial, bahkan pada masa itu, para budak pun diberi kebebasan penuh untuk ikut merayakan pesta meriah itu selama 3 hari berturut-turut.

Parade ini sempat terhenti pada saat Perang Dunia ke 2, dan di mulai lagi pada sekitar tahun 1947. Sejak saat itu, berbagai kompetisi diadakan untuk bisa tampil pada Rio Carnaval, yang mengambil tempat di tengah pusat kota, daerah Avenida Rio Braco, bahkan sekarang mereka membangun stage khusus yang di sebut Sambodromo yang ditujukan untuk para penonton yang ingin menyaksikan Carnaval tersebut.

The Palace
Dulu sebagai sebuah pusat administrasi kota layaknya sebuah istana, sekarang berubah fungsinya menjadi sebuah musium kota yang sangat bersejarah dengan nama Museu da Republica. Dibangun pada tahun 1897 dan 1960 oleh presiden Brasil yang berkuasa pada masa itu. Di salah satu ruangannya terdapat peninggalan dari Presiden Getulio Vargas, yang meninggal pada 1954. Bagi yang menyukai sejarah politik, pastinya akan meluangkan waktu lebih banyak lagi untuk mendengarkan sejarah dan intrik politik semasa pemerintahan Brasil dari awal sampai saat ini.

Di depan Palace, kita masih bisa menikmati taman cantik dan juga beberapa restoran baik fast food maupun tradisional. Palace ini buka mulai jam 12 siang – 5 sore pada hari biasa, sedangkan untuk hari Sabtu dan Minggu mulai jam 2 – 6 sore. Rio, glamour wonderful yet relaxing….



Read also

Comments are closed.