“Keluarga adalah fondasi bagi saya. Mereka adalah pendukung utama kesuksesan yang saya raih. Saya bangga pada keluarga saya dan saya selalu berusaha membuat mereka bangga pada diri saya,” tutur Shinta Witoyo Dhanuwardoyo.
Kekuatan dari keluarga inilah yang membuat Shinta sukses menekuni bisnis web developer yang dirintisnya 12 tahun lalu. Saat itu web developer masih menjadi bisnis yang jarang digeluti oleh perempuan. Masih banyak orang meragukan peluang mengeruk rupiah dari usaha ini, meski demikian Shinta memilih mengambil risiko dan merintis usaha Bubu.com bersama dua orang rekannya.
Minat menjadi pebisnis di bidang digital dan internet tersebut mulai muncul ketika ia mengambil master di Amerika. “Kalau ditanya mengapa memilih jalur tersebut, jawabannya karena itulah passion saya. Kadang tidak bisa dijelaskan dari mana passion itu muncul, yang lebih penting adalah ke mana passion itu akan membawa kita di masa depan.”
Usahanya yang saat ini sedang di puncak pun harus dibayar mahal dengan tersitanya waktu bersama keluarga. Bila banyak perempuan merasa gamang ketika berada di puncak karier karena dihadapkan pada dilema keluarga dan karier, tidak demikian dengan ibu dua orang putri ini. “Tidak ada masalah yang berarti sebenarnya. Asal kita bisa mengatur work-life balance, karier dan keluarga tetap bisa berjalan beriringan, bahkan bisa semakin menguatkan satu sama lain,” urai Presiden Direktur/ CEO Bubu Internet ini berbagi rahasia.
Mengalahkan Keraguan Diri
Menurut perempuan yang mengambil master di Fakultas Bisnis Administrasi Universitas Portland, Amerika Serikat tersebut, hambatan sering kali datang karena kebanyakan perempuan merasa kurang percaya diri kalau ia bisa sukses di karier, keluarga, pribadi, dan masyarakat sekaligus. “Padahal itu semua bisa dicapai asal kita bisa mengalahkan keraguan dari dalam diri, dan tentu saja akan lebih mudah bila pasangan mendukung secara total,” imbuhnya.
Untuk menjaga kehangatan ikatan dalam keluarga kecilnya, perempuan kelahiran Jakarta, 41 tahun silam tersebut memilih mengisi waktu luangnya dengan berbincang-bincang, ataupun bertukar cerita bersama suami dan putri-putrinya. ”Saat berkumpul dengan keluarga saya benar-benar berusaha “hadir” secara utuh bagi mereka tanpa distraksi dari luar atau dari diri saya sendiri.”
Bagi perempuan yang hobi mengoleksi batik dan kebaya ini, sukses dalam hidup tak semata-mata dari seberapa banyak kapital yang berhasil dikumpulkan, tetapi lebih pada keberhasilan menyeimbangkan antar pekerjaan dan keluarga. “Ini adalah parameter sukses bagi saya. Kedua putri saya juga bisa belajar dengan melihat bagaimana saya bekerja dan mengejar passion saya. Kebanggaan terbesar saya adalah bila mereka juga berani mengejar passion-nya,” harapnya.
Read also

