Sea, sand, dan sun saja rasanya tak cukup untuk menjelaskan pesona yang bisa Anda temukan di Lombok. Soulful island di Barat Pulau Bali yang juga menawarkan soothing sounds of beauty kemana pun kaki melangkah.
Sebelum memulai perjalanan ke Pulau Lombok, jangan lupa bawa sunglasses dan sunblock untuk melindungi mata dan kulit Anda dari sengatan sinar matahari yang bersinar cerah hampir sepanjang hari. Kamera juga jangan ketinggalan, tapi kalau Anda ingin yang lebih praktis, kamera dari ponsel pun bisa dimaksimalkan.
Bila piawai memilih angle dan bisa menyiasati cahaya alami, foto dari piranti seperti BlackBerryTM pun tak kalah dengan kamera biasa. Foto-foto yang ada di rubrik ini semuanya diambil dari kamera BlackBerryTM dengan resolusi 3,2 MP.
The Journey
Perjalanan menjelajahi pulau yang dari Surabaya kira-kira membutuhkan waktu 45 menit melalui jalur udara. Setelah mendarat di Bandara Selaparang, obyek wisata favorit tak jauh dari sini adalah Pantai Senggigi.
Jaraknya sekitar 15 menit dari bandara, melintasi jalanan berbukit dengan jajaran pohon kelapa di kanan kiri jalan. Bila Anda ingin mengintip keagungan Gunung Agung di Bali, sempatkan untuk mampir ke Tanjung Senggigi yang berada tak jauh dari Pantai Senggigi. Obyek menarik lain di sekitar kawasan itu adalah Pura Batu Bolong yang dibangun di atas batu yang menjorok ke laut.
Undistrubed Corners
Pantai-pantai lain yang jadi kunjungan wajib di Lombok berada di Pantai Barat, yakni: Gili Air, Gili Meno, dan Gili Trawangan. Ketiganya sudah sangat akrab di kalangan pelancong, utamanya backpackers, karena pulau ini menyediakan banyak penginapan dan kafe-kafe dengan harga terjangkau di sepanjang pesisir pantai.
Saat matahari mulai tenggelam, kehidupan di bibir pantai pun makin marak dengan warna-warni lampu dan alunan musik di kafe-kafe yang sebagian besar menawarkan outdoor area bagi pengunjung yang ingin menikmati taburan bintang dan temaram rembulan di langit Gili.
Bila Anda ingin tempat yang lebih tenang, mampir saja ke Gili Nanggu. Berbeda dengan ketiga pulau yang lain, gili (sebutan pulau dalam bahasa setempat) yang satu ini adalah private beach yang dikelola oleh sebuah resort.
Kawasannya pun lebih bersih, tenang, dan benar-benar indah. Tak salah bila pulau seluas 12,5 hektar tersebut dijuluki The Paradise Island. Undisturbed corners of natural beauty with white sandy beach, shallow seabed, crystal clear waters that reveal multi-colored tame marine fishes, trully heaven on earth.
Untuk mencapai Gili Nanggu, Anda bisa menggunakan perahu boat dari Pelabuhan Lembar yang memakan waktu sekitar 45 menit atau 15 menit dari Pelabuhan Taun. Jangan lupa, bawa perlengkapan scuba diving atau snorkeling karena ribuan penghuni laut menunggu Anda menjelajahi keindahan bawah laut Gili Nanggu. Bila beruntung Anda bahkan bisa berenang ditemani penyu hijau yang kerap lalu lalang di perairan ini.
Kalau itu belum cukup, ada satu pantai lagi yang siap memesona Anda, yakni Tanjung Aan. Tebing-tebing karang yang menjulang di antara birunya lautan, membuat pantai ini kerap disejajarkan dengan pantai-pantai indah di Thailand.
Satu hal yang unik di Tanjung Aan adalah pasirnya. Bila berjalan ke arah kanan bukit karang kecil yang ada di pinggir pantai, maka Anda akan mendapati hamparan pasir putih yang begitu lembut. Sedangkan bila berjalan ke arah kiri bukit maka Anda akan menemukan pasir berbentuk bulat sebesar merica yang membuat kaki serasa dipijit saat berjalan di atasnya.
Souvernirs Hunt
Puas dengan urusan sea, sand, sun, and serenity, kini saatnya untuk berburu souvenirs. Mutiara sudah pasti oleh-oleh utama Pulau Lombok. Di tepi jalan, pusat kota, lobi hotel, hingga pasar, dengan mudahnya Anda bisa menemukan penjaja mutiara baik yang sudah dirangkai menjadi perhiasan ataupun mutiara yang masih polos. Hati-hati jangan mudah terjebak, karena tak sedikit diantaranya yang menjual mutiara palsu.
Kalau ingin sensasi lain kota yang terkenal dengan hidangan Ayam Taliwangnya ini, coba saja berkeliling dengan Cidomo kependekan dari Cikar, Dokar, Motor. Transportasi khas Lombok menggunakan tenaga kuda, mirip dokar di Jawa, hanya saja Cidomo menggunakan roda mobil
Tempat lain oleh-oleh lain bisa Anda temukan di Besa Banyu Mulek yang merupakan pusat pembuatan gerabah. Para perajin gerabah yang sebagian besar wanita tersebut telah membuat peralatan gerabah sejak abat ke 16, dan keahlian ini diajarkan turun temurun.
Dari Banyu Mulek perjalanan bisa dilanjutkan ke pusat tenun di Sukarara. Berbagai kain tenun tradisional dengan motif khas Lombok dalam balutan warna-warni indah bisa Anda temukan di sini.
Suku Sasak
Melihat kehidupan masyarakat Sasak yang merupakan suku asli di Lombok bisa Anda lakukan dengan mengunjungi Desa Sade dan Rambitan. Menurut masyarakat setempat, kedua desa tersebut sudah ada sejak abad ke 14 dan merupakan cikal bakal suku Sasak.
Semua yang ada di sini di-setting persis kondisi asli khas Sasak. Rumahrumah dengan dinding bambu dan atap sirap serta lantai beralas tanah. Selain bertani, masyarakat desa ini menjual tenun dan berbagai mainan khas dari kayu untuk buah tangan para pengunjung.
Anda makin penasaran? Segera saja siapkan perjalanan Anda menjelajahi Lombok. Pack up your bag and get ready for soothing sounds of Lombok Island.
Read also

