Selama 35 tahun mewarnai dunia mode Indonesia, Ramli tak pernah kehilangan cara untuk menunjukkan pada kita dan dunia, betapa indah kekayaan budaya bangsa kita.
Diilhami dari penampilan ibundanya yang sering menggunakan kebaya dengan hiasan bordir serta kain batik yang membuatnya begitu anggun. Kecintaan Ramli pada batik dan bordir pun tak pernah pudar hingga saat ini.
Pada rancangan terbarunya, desainer era 70-an itu memadu-padankan berbagai motif batik. Mulai dari koleksi batik Papua dengan motif-motifnya yang unik, hingga batik Sampang dari Madura dengan warna-warnanya yang cerah. Untuk bahan, Ramli memilih material batik yang dibuat secara hand made (ATBM) dan sutra tulis dipadu dengan material lain seperti organdi maupun beludru.
Di tangan desainer yang pernah dua kali menyabet penghargaan Adikarya Wisata dari Pemda DKI atas dedikasinya mengangkat busana Betawi ini, batik bisa diolah menjadi busana yang nyaman dikenakan oleh siapa saja dan kapan saja. Tidak melulu menjadi baju dengan kesan resmi, batik pun bisa tampil kasual.
”Agar tidak tabrakan, kalau kita memilih batik yang motifnya sudah ramai sebaiknya potongan bajunya yang simple. Begitu sebaliknya, kalau motifnya sederhana kita bisa lebih bermain-main dengan cutting-nya,” tuturnya berbagi sedikit tip.
Untuk mempercantik batik, selain dengan payet dan aksen batu-batuan, Ramli juga menambahkan bordir. “Bordir sendiri ada banyak jenisnya mulai dari bordir Padang, Kudus, Tasik, juga Bali. Biasanya saya memadukan antara jenis bordir satu dan yang lain, sesuai keinginan konsumen,” jelasnya.
Kendati tengah berjuang melawan kanker usus yang menyerang tubuhnya, semangat dan kreativitasnya tak pernah padam. Bahkan kini selain disibukkan dengan rancangan busana untuk Ramadan, Ramli juga sedang mempersiapkan show tunggal memperingati perjalanan karirnya yang ke 35 tahun. ”Untuk detail bajunya seperti apa, lihat saja nanti, biar jadi surprise. Yang pasti temanya masih berbau klasik tapi bisa dipakai kapan saja. Tunggu saja, ya..,” tuturnya antusias.
Read also


